Perumpamaan antara Orang Kafir dan Orang Beriman
Surah 67: Al-Mulk (22)
Ayat 22
أَفَمَن يَمْشِى مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِۦٓ أَهْدَىٰٓ أَمَّن يَمْشِى سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Maka apakah orang yang berjalan tersungkur di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk atau apakah orang yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus?
Ayat ini merupakan perumpamaan yang diberikan oleh Allah Swt kepada orang kafir dan orang mukmin. Orang kafir diumpamakan seperti orang yang berjalan di atas mukanya, dengan tidak dapat melihat serta mengetahui ke mana hendak dituju. Sedangkan orang beriman diumpamakan sebagai orang yang berjalan tegak. Sudah tentu orang yang berjalan tegak lebih terpimpin daripada orang yang tersungkur di atas mukanya.
Daripada Anas bin Malik ra, dia mengatakan ada yang bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin manusia itu dibangkitkan dengan wajah tertelungkup?” Baginda bersabda:
“Bukankah yang membuat mereka berjalan menggunakan kaki (ketika di dunia) itu Maha Berkuasa untuk membuat mereka berjalan menggunakan wajah mereka?”
(HR. Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)