Pendustaan Kaum Quraisy terhadap Ajaran Rasullullah saw
Surah 43: Az-Zukhruf (6 – 8)
Ayat 6
وَكَمْ أَرْسَلْنَا مِن نَّبِىٍّ فِى ٱلْأَوَّلِينَ
Betapa banyak Nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
Ayat 7
وَمَا يَأْتِيهِم مِّن نَّبِىٍّ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Dan tidak ada seorang Nabi pun yang datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
Kemudian Allah Swt menghiburkan hati Rasulullah saw kerana sebagaimana baginda telah didustakan oleh kaumnya, para Nabi dan Rasul yang diutuskan-Nya kepada umat-umat terdahulu juga telah didustakan oleh kaum masing-masing. Mereka juga dicemuh sebagaimana baginda telah dicemuh oleh kaum baginda. Ini merupakan sunnah Allah Swt yang tidak dapat diubah lagi.
Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:
“Sebagai sunnah Allah (yang turut berlaku) kepada orang-orang yang telah berlalu sebelummu, dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah itu.”
Al-Ahzab 33:62
Ayat 8
فَأَهْلَكْنَآ أَشَدَّ مِنْهُم بَطْشًا وَمَضَىٰ مَثَلُ ٱلْأَوَّلِينَ
Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Al-Quran) perumpamaan umat-umat yang telah lalu.
Ayat ini menjelaskan tentang kesudahan umat-umat terdahulu yang mendustakan dan mengejek-ejek para Rasul yang diutuskan kepada mereka. Mereka telah dibinasakan oleh Allah Swt walaupun mereka itu lebih besar kekuatannya jika dibandingkan dengan kaum Quraisy. Namun mereka tidak berdaya berhadapan dengan kekuatan Allah Swt. Contoh-contoh dan perumpamaan bagi umat-umat terdahulu yang dibinasakan-Nya telah di sebutkan di dalam Al-Quran. Sesungguhnya cukuplah peristiwa-peristiwa itu menjadi pelajaran bagi orang-orang musyrik Mekah.
Rangkaian ayat di atas menjelaskan dua perkara:
▪️ Sebagai hiburan kepada Rasulullah saw dan orang-orang mukmin agar mereka bersabar kerana Allah Swt pasti menolong mereka.
▪️ Sebagai ancaman kepada orang-orang musyrik yang melampaui batas bahawa sesungguhnya mereka akan mendapat kebinasaan sebagaimana yang telah terjadi kepada umat-umat sebelum mereka.
Firman Allah Swt dalam ayat-ayat yang lain:
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi lalu memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah (orang-orang sebelum mereka) itu (bilangannya) lebih ramai daripada mereka dan lebih hebat kekuatan mereka serta bekas-bekas (peninggalan mereka banyak) di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.”
Ghafir 40:82
“……… dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.”
Az-Zukhruf 43:56
“……… Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (ketentuan) Allah yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat perubahan bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.”
Fatir 35:43