Surah 43: Az-Zukhruf (21 – 25)

Pengingkaran dan Azab Allah Swt bagi Orang Musyrik atas Perbuatan Syirik Mereka

Surah 43: Az-Zukhruf (21 – 25)


Ayat 21

أَمْ ءَاتَيْنَـٰهُمْ كِتَـٰبًا مِّن قَبْلِهِۦ فَهُم بِهِۦ مُسْتَمْسِكُونَ

Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum Al-Quran, lalu mereka berpegang dengan kitab itu?

Allah Swt tidak pernah memberikan sebuah kitab kepada bangsa Arab (musyrikin Mekah) sebelum diturunkan Al-Quran untuk mereka jadikan sebagai pedoman. Begitu juga tidak diutuskan kepada mereka seorang Nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Ini bermaksud mereka sekali-kali tidak memiliki dalil yang membenarkan mereka menyekutukan Allah.

Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:

“Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang selalu mereka sekutukan dengan Tuhan?”

Ar-Rum 30:35

Ayat 22

بَلْ قَالُوٓا۟ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِم مُّهْتَدُونَ

Bahkan mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk untuk (mengikuti) jejak mereka.”

Ini adalah alasan mereka untuk membenarkan apa yang mereka lakukan. Mereka hanya mengikuti apa yang diajar dan diamalkan oleh orang-orang terdahulu dan mereka berpendapat bahawa apa yang mereka lakukan itu adalah benar.

Ayat 23

وَكَذَٰلِكَ مَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِى قَرْيَةٍۢ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَآ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِم مُّقْتَدُونَ

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (dengan) mengikuti jejak mereka.”

Allah Swt memberikan contoh persamaan sikap antara orang-orang musyrik dengan umat-umat terdahulu dalam hal kekufuran, taklid dan perkataan mereka yang mendustakan Rasul mereka.

Apabila mereka didatangi para Rasul untuk memberi peringatan agar tidak menyekutukan-Nya, maka golongan atasan yang hidup dalam kemewahan enggan menerima agama yang dibawa oleh para Rasul tersebut. Sebaliknya, mereka mengatakan bahawa mereka telah memegang agama nenek moyang mereka sejak dahulu. Sebenarnya mereka hanya mengikuti agama nenek moyang mereka tanpa ada hujjah yang kukuh.

Ayat ini juga mengingatkan kepada orang-orang yang hidup dalam kemewahan bahawa kenikmatan hidup adalah antara penyebab munculnya sikap menentang dan enggan merenungkan dan memikirkan risalah Allah Swt yang dibawa oleh para Rasul.

Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:

“Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya.” (Apakah mereka akan mengikuti juga) nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”

Al-Ma’idah, 5:104

Ayat 24

قَـٰلَ أَوَلَوْ جِئْتُكُم بِأَهْدَىٰ مِمَّا وَجَدتُّمْ عَلَيْهِ ءَابَآءَكُمْ ۖ قَالُوٓا۟ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ

(Rasul itu) berkata, “Adakah (kamu akan menurut juga mereka) walaupun aku membawa kepada kamu agama yang lebih jelas hidayah petunjuknya daripada jalan agama yang kamu dapati nenek moyang kamu mengikutinya?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami tetap mengingkari apa yang kamu diutuskan membawanya.”

Seterusnya, Allah Swt menyatakan orang-orang musyrik itu tetap bersikap keras kepala dalam kesyirikan dan bertaklid buta walaupun telah datang kepada mereka utusan dari sisi-Nya yang membawa agama yang lebih baik dan hujjah yang kuat dan nyata.

Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, “(Tidak), kami hanya mengikuti apa yang telah kami peroleh daripada nenek moyang kami.” Padahal nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk.”

Al-Baqarah 2:170

Ayat 25

فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Lalu Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran).

Beginilah kesudahan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah Swt. Allah Swt membalas keingkaran mereka semasa di dunia lagi. Banyak umat terdahulu telah dimusnahkan kerana telah mengingkari rasul-rasul mereka seperti yang telah berlaku kepada kaum Nabi Nuh as dan kaum Nabi Lut as, kaum ‘Aad, Thamud dan lain-lain lagi. Allah Swt jadikan kebinasaan umat-umat tersebut sebagai pengajaran kepada umat-umat terkemudian.

Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah, oleh itu mengembaralah kamu (ke segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”

Ali ‘Imran 3:137

Di antara keturunan Nabi Ibrahim as ada yang melupakan tauhid dan Allah Swt tidak mengazab mereka, tetapi memberikan kenikmatan dan kehidupan kepada mereka yang seharusnya mereka syukuri. Namun mereka tidak bersyukur, bahkan menuruti keinginan sendiri. Oleh itu, Dia menurunkan Al-Quran dan mengutuskan seorang Rasul untuk membimbing mereka.