Surah 40: Ghafir (13 – 14)

Perintah supaya Memurnikan Ibadah Hanya kepada Allah Swt

Surah 40: Ghafir (13 – 14)


Ayat 13

هُوَ ٱلَّذِى يُرِيكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ وَيُنَزِّلُ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ رِزْقًا ۚ وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَن يُنِيبُ

Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan Tidaklah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).

Allah Swt menyebutkan bukti kesempurnaan kekuasaan, kebesaran dan keagungan-Nya dengan segala yang ada di langit dan di bumi yang merupakan tanda-tanda kesempurnaan penciptaan-Nya.

Allah Swt menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman dan buah-buahan beraneka warna, jenis, bau dan bentuknya. Padahal tumbuh-tumbuhan itu tumbuh dari tanah dan air yang sama. Hal ini menunjukkan kekuasaan dan keagungan ciptaan-Nya. Namun tiada yang mengambil pelajaran daripada ayat-ayat ini kecuali orang-orang yang kembali kepada ketaatan kepada-Nya dengan merenung, berfikir dan melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya kemudian taat dan mengikhlaskan ibadah hanya untuk-Nya.

Ayat 14

فَٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَـٰفِرُونَ

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).

Oleh itu, Allah Swt memerintahkan kaum mukmin beribadah dan berdoa semata-mata kepada-Nya dan menyelisihi sikap dan jalan hidup orang-orang musyrik.

Firman Allah Swt dalam ayat-ayat yang lain:

“Katakanlah, ‘Hanya Allah sahaja yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku.’”

Az-Zumar 39:14

“Dan Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai Rabbku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat (menolongku).’”

Al-Isra’ 17:80

Daripada ‘Abdullah bin Az-Zubair ra, bahawa Rasulullah saw setiap kali selepas selesai solat fardhu akan membaca:

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan tidak ada upaya kecuali dengan (pertolongan) Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah, dan kami hanya menyembah kepada-Nya. Milik-Nya segala nikmat dan kurnia, milik-Nya segala keutamaan dan pujian yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meski pun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

(HR. Muslim)