Surah 38: Sad (86 – 88)

Kebenaran Al-Quran

Surah 38: Sad (86 – 88)


Ayat 86

قُلْ مَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُتَكَلِّفِينَ

Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.

Allah Swt memerintahkan Rasulullah saw mengatakan kepada orang-orang musyrik bahawa baginda tidak mengharapkan apa-apa balasan daripada mereka atas dakwahnya itu.

Rasulullah saw juga bukanlah seorang yang mengada-adakan, mereka cipta atau membuat kebohongan atas nama Allah Swt. Baginda hanyalah menyampaikan wahyu-Nya dengan penuh amanah tanpa menambah atau menguranginya dan mengharapkan keredhaan-Nya demi kebahagiaan hidup di Negeri Akhirat.

Firman Allah Swt dalam ayat-ayat yang lain:

“Wahai kaumku, aku tidak meminta balasan kepadamu bagi seruanku ini. Balasanku tidak lain hanyalah daripada Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkannya?”

Hud 11:51

“Katakanlah, ‘Aku tidak meminta balasan apa pun daripada kamu dalam menyampaikan (risalah) ini, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang yang mahu mengambil jalan kepada Rabbnya.’”

Al-Furqan 25:57

“Tetapi Allah menjadi saksi atas (Al-Quran yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya dan para malaikat juga menyaksikan. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.”

An-Nisa’ 4: 166

Ayat 87

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَـٰلَمِينَ

(Al-Quran) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.

Seterusnya, Allah Swt mengatakan bahawa Al-Quran atau dakwah yang disampaikan oleh Rasul-Nya adalah nasihat bagi semua makhluk-Nya.

Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:

“Katakanlah (Muhammad), ‘Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?’ Katakanlah, ‘Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al-Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya)……….’”

Al-An’am 6:19

Ayat 88

وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعْدَ حِينٍ

Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Quran) setelah beberapa waktu lagi.”

Kebenaran berita-berita Al-Quran itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat kelak. Kebenaran yang terlaksana di dunia contohnya kebenaran janji Allah Swt memberikan kemenangan kepada orang-orang mukmin dalam peperangan dengan orang-orang musyrik. Manakala kebenaran di akhirat pula contohnya kebenaran janji Allah Swt tentang balasan perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.

Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:

“……….Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, ‘Sesungguhnya Rasul-rasul Rabb kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberi pertolongan kepada kami……….’”

Al-A’raf 7:53