Surah 34: Saba’ (51 – 54)

Keadaan Orang Kafir yang Mendustakan Hari Kiamat

Surah 34: Saba’ (51 – 54)


Ayat 51

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ فَزِعُوا۟ فَلَا فَوْتَ وَأُخِذُوا۟ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ

Dan (alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat mereka (orang-orang kafir) ketika terperanjat ketakutan (pada Hari Kiamat), lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap daripada tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka).

Allah Swt menceritakan kepada Rasulullah saw tentang keadaan orang-orang kafir ketika mereka tercengkam oleh perasaan takut pada Hari Pembalasan dan keluarnya mereka dari kubur serta melihat pelbagai azab yang keras.

Mereka tidak mampu untuk menghindari atau mengelak dan lari untuk menyelamatkan diri daripada azab tersebut. Mereka ditangkap lalu dibawa ke Neraka Jahannam.

Firman Allah Swt dalam surah yang lain:

“Dan (alangkah ngerinya), jika kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepala di hadapan Rabb mereka, (mereka berkata), ‘Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), nescaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sesungguhnya, kami adalah orang-orang yang yakin.’”

As-Sajdah 32:12

Ayat 52

وَقَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِهِۦ وَأَنَّىٰ لَهُمُ ٱلتَّنَاوُشُ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ

Dan (pada waktu itu) mereka berkata, “Kami beriman kepada Allah,” Bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu?

Setelah mereka melihat bagaimana dahsyatnya azab pada Hari Kiamat itu barulah mereka ingin beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, padahal tempat untuk meraih keimanan itu sudah jauh daripada mereka.

Seandainya di dunia dahulu mereka beriman, nescaya keimanan itu berguna untuk mereka, namun sudah tertutup semua jalan untuk mereka beriman kerana akhirat adalah Negeri Pembalasan bukan tempat diujinya keimanan.

Allah Swt berfirman dalam surah yang lain:

“Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami hanya beriman kepada Allah sahaja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah Kami sekutukan dengan Allah.” Maka iman mereka ketika mereka melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir.”

Ghafir 40:84-85

Ayat 53

وَقَدْ كَفَرُوا۟ بِهِۦ مِن قَبْلُ ۖ وَيَقْذِفُونَ بِٱلْغَيْبِ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ

Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu dan mereka menduga-duga tentang yang ghaib dari tempat yang jauh.

Kemudian Allah Swt menjelaskan bahawa azab yang menimpa orang-orang kafir adalah disebabkan ketika di dunia dahulu, mereka ingkar kepada Allah Swt, Al-Quran dan Nabi Muhammad saw serta mendustakan perkara-perkara yang ghaib seperti dosa, pahala, Hari Pembalasan, syurga, neraka dan lainnya.

Ayat 54

وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِم مِّن قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ فِى شَكٍّۢ مُّرِيبٍ

Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sama keadaannya seperti mereka suatu ketika dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.

Allah Swt menyatakan bahawa orang-orang kafir itu pasti terhalang daripada apa yang mereka ingin dan harapkan.

Maksud ayat, “Yang mereka inginkan,” ialah beriman kepada Allah atau kembali ke dunia untuk bertaubat. Sebahagian mufassirun berpendapat mereka terhalang daripada keinginan duniawi seperti kemegahan harta, wanita yang mempesona dan nafsu syahwat.

Oleh sebab adanya keraguan (dalam hal akidah) dalam hati mereka itulah mereka tidak mahu beriman. Oleh itu, keimanan mereka yang muncul pada saat azab Allah Swt telah didatangkan kepada mereka, maka keimanan mereka tidak lagi dapat diterima.