Penegasan tentang Kekuasaan Allah Swt
Surah 34: Saba’ (24 – 27)
Ayat 24
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ وَإِنَّآ أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ
Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah, “Allah,” dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.
Allah Swt menyuruh Nabi Muhammad saw bertanya kepada orang-orang musyrik tentang siapakah yang memberi mereka rezeki dari langit dengan menurunkan hujan yang menyuburkan bumi lalu tumbuh pelbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang hasilnya dapat mereka dan binatang ternakan mereka makan.
Kemudian Allah Swt membimbing baginda agar mengatakan kepada orang-orang musyrik itu bahawa Dia-lah yang memberikan mereka semua rezeki tersebut. Sesungguhnya pasti salah satu golongan antara orang-orang mukmin dan orang-orang musyrik itu berada atas petunjuk dan pihak yang satu lagi berada dalam kesesatan yang nyata.
Oleh itu, sebagaimana tidak ada yang mampu memberikan rezeki dari langit dan bumi selain Allah Swt, maka sepatutnya orang-orang musyrik ini mesti meyakini bahawa tidak ada Ilah yang wajib diibadahi (dengan benar) selain Dia. Allah Swt menegaskan Keesaan-Nya dalam mencipta dan memberi rezeki seperti dalam firman-Nya:
“Katakanlah (Muhammad), ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang berkuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup daripada yang mati dan mengeluarkan yang mati daripada yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?’”
Surah Yunus 10:31
Ayat 25
قُل لَّا تُسْـَٔلُونَ عَمَّآ أَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Katakanlah (Muhammad), “Kamu tidak akan ditanya (bertanggungjawab) tentang dosa yang kami buat dan kami (pula) tidak akan ditanya tentang apa yang kamu buat.”
Selanjutnya, Allah Swt menyuruh Nabi Muhammad saw menyatakan kepada orang-orang musyrik bahawa pihak mereka tidak akan diberikan balasan terhadap apa yang orang-orang mukmin lakukan sama ada yang baik ataupun yang buruk. Begitulah juga sebaliknya, kerana masing-masing bertanggungjawab atas perbuatan sendiri.
Firman Allah Swt dalam ayat-ayat yang lain:
“Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (wahai Muhammad) maka katakanlah, ‘Bagiku amalku dan bagimu amalmu. Kamu tidak bertanggungjawab terhadap apa yang aku lakukan dan aku pun tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kamu lakukan.’”
Surah Yunus 10:41
“Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.’”
Al-Kafirun 109:1-6
Ayat 26
قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَهُوَ ٱلْفَتَّاحُ ٱلْعَلِيمُ
Katakanlah (Muhammad), “Rabb kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.”
Kemudian Allah Swt menyuruh Nabi Muhammad saw mengingatkan hamba-hamba-Nya tentang balasan yang akan Dia berikan supaya mereka benar-benar mahu memperhatikan, merenung dan memperbaiki diri berkaitan dengan masalah hisab, pahala dan azab.
Allah Swt akan mengumpulkan semua hamba-hamba-Nya dan kemudian akan memutuskan hukuman antara mereka dengan benar dan adil. Sesungguhnya Dia Maha Adil dalam memberikan keputusan berdasarkan amalan masing-masing.
Ayat 27
قُلْ أَرُونِىَ ٱلَّذِينَ أَلْحَقْتُم بِهِۦ شُرَكَآءَ ۖ كَلَّا ۚ بَلْ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Katakanlah (Muhammad), “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu-Nya, sekali-kali tidak mungkin! Sebenarnya Dia-lah Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Kemudian Allah Swt mencabar orang-orang kafir musyrikin untuk membawa ilah-ilah palsu yang dijadikan sekutu dan tandingan-Nya. Sesungguhnya Dia sekali-kali tidak memiliki tandingan, tidak mempunyai sekutu dan tidak memiliki pesaing.
Allah Swt Maha Perkasa yang menaklukkan dan menundukkan segala sesuatu dan Dia Maha Bijaksana dalam setiap tindakan-Nya. Maha Suci Allah daripada tuduhan-tuduhan nista yang mereka ucapkan.