Sikap Orang Lemah Iman ketika Menghadapi Ujian
Surah 29: Al-‘Ankabut (10 – 11)
Ayat 10
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِىَ فِى ٱللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِ وَلَئِن جَآءَ نَصْرٌ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ ۚ أَوَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِى صُدُورِ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Dan di antara manusia ada orang yang berkata, “Kami beriman kepada Allah,” maka apabila dia disakiti (kerana dia beriman) kepada Allah, dia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan daripada Rabbmu, mereka pasti akan berkata, “Sesungguhnya Kami adalah bersama-samamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?
Allah Ta’ala memberitahu sifat-sifat pendusta iaitu orang-orang munafik yang mengaku beriman padahal dalam hati mereka tidak ada sedikitpun keimanan. Apabila mereka menerima ujian berupa gangguan manusia, maka mereka menganggap bencana itu sebagai azab-Nya dan mereka tidak sabar, lalu mereka murtad.
Ibnu ‘Abbas ra mengatakan maksud fitnah dalam ayat ini adalah seseorang itu murtad daripada agamanya, jika dia disakiti.
Firman Allah Ta’ala dalam surah yang lain:
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, tetaplah dia dalam keadaan itu, dan jika dia ditimpa oleh sesuatu bencana, berbaliklah dia ke belakang. Rugilah dia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.”
Al-Hajj 22:11
Seterusnya Allah Ta’ala memberitahu Nabi Muhammad saw tentang sikap para pendusta tersebut iaitu jika datang pertolongan daripada-Nya dan baginda mendapat kemenangan dan diberikan harta rampasan perang, mereka pasti akan mengatakan bahawa mereka adalah bersaudara.
Firman Allah Ta’ala dalam surah yang lain:
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, tetaplah dia dalam keadaan itu, dan jika dia ditimpa oleh sesuatu bencana, berbaliklah dia ke belakang. Rugilah dia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.”
Al-Hajj 22:11
Ayat 11
وَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
Dan Sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.
Kemudian Allah Ta’ala mengatakan bahawa Dia lebih mengetahui apa yang tersimpan di dalam hati mereka, sekalipun mereka menampakkan sikap persetujuan kepada orang-orang mukmin.
Sesungguhnya Allah akan menguji manusia dengan kesempitan dan kesenangan agar Dia membezakan antara orang-orang yang beriman dan orang-orang yang munafik, begitu juga antara orang yang mentaati Allah pada waktu sempit dan lapang serta orang yang hanya mentaati-Nya kerana mendapat kesenangan sahaja, sebagaimana Allah berfirman setelah peristiwa perang Uhud ketika orang-orang mukmin mengalami ujian akibat kekalahan dalam perang tersebut:
“Allah sekali-sekali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu yang sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)…….….”
Ali ‘Imran 3:179
Juga firman-Nya:
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ehwalmu.”
Muhammad 47:31