Kehidupan Duniawi adalah Fatamorgana
Surah 28: Al-Qasas (60 – 61)
Ayat 60
وَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَىْءٍ فَمَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتُهَا ۚ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Dan apa sahaja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya, sedangkan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
Allah Ta’ala menyatakan apa sahaja kenikmatan yang diberikan-Nya kepada manusia dalam kehidupan di dunia ini, semuanya adalah perhiasan yang sementara sahaja dan apa sahaja yang ada di sisi-Nya bagi orang-orang yang beriman itu lebih baik dan lebih kekal.
Ayat ini juga merupakan peringatan kepada manusia agar mereka menggunakan akal untuk memilih mana yang lebih patut diutamakan sama ada kehidupan dunia ataupun kehidupan akhirat agar tidak terpedaya dan mendapat kerugian di akhirat kelak.
Firman Allah Ta’ala dalam surah-surah yang lain:
“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka lakukan.”
An-Nahl 16:96
“………..Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibandingkan dengan kehidupan akhirat.”
Ar-Ra’d 13:26
“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan kekal.”
Al-A’la 87:16-17
Rasulullah saw bersabda:
“Demi Allah! Tidaklah perumpamaan kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat kecuali laksana mencelupkan jari-jari tangan di dalam lautan yang luas. Maka hendaklah seseorang melihat berapa banyak air laut yang terbawa.”
(HR. Ahmad dan Muslim)
Ayat 61
أَفَمَن وَعَدْنَـٰهُ وَعْدًا حَسَنًا فَهُوَ لَـٰقِيهِ كَمَن مَّتَّعْنَـٰهُ مَتَـٰعَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ثُمَّ هُوَ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ مِنَ ٱلْمُحْضَرِينَ
Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (syurga) lalu dia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi, kemudian dia pada Hari Kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?
Allah Ta’ala mengajak hamba-hamba-Nya berfikir iaitu dengan membuat perbandingan, apakah orang yang beriman kepada-Nya, membenarkan janji-janji-Nya dan pahala-Nya terhadap amal soleh dengan syurga dan penuh kenikmatan sama dengan orang kafir yang mendustakan pertemuan dengan-Nya, janji dan ancaman-Nya?
Firman-firman Allah Ta’ala dalam surah yang lain:
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal soleh, (bahawa) mereka akan mendapat keampunan dan pahala yang besar.”
Al-Ma’idah 5:9
“(Berkata orang yang dibersihkan daripada dosa) dan sekiranya bukan kerana nikmat Rabbku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).”
As-Saffat 37:57
Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan diberikan kenikmatan di dunia hanya menikmatinya di dunia dalam jangka waktu yang singkat kemudian pada Hari Akhirat kelak mereka termasuk orang-orang yang diazab dalam Neraka Jahannam.
Firman Allah Ta’ala dalam surah yang lain:
“Kami biarkan mereka (orang-orang kafir) bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras.”
Luqman 31:24