Surah 23: Al-Mu’minun (78 – 83)

Merenungi Nikmat-nikmat Allah Swt dan Orang Musyrik Menganggap bahawa Kebangkitan setelah Kematian adalah Mustahil

Surah 23: Al-Mu’minun (78 – 83)


Ayat 78

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

Seterusnya, Allah Ta’ala menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang dianugerahkan kepada semua hamba-Nya berupa pendengaran, penglihatan dan hati supaya mereka dapat mengambil pelajaran daripada alam semesta. Ini kerana pada alam semesta terdapat tanda-tanda yang menunjukkan keesaan-Nya dan Dia-lah yang melakukan segala sesuatu atas kehendak-Nya sendiri. Namun sangat sedikit hamba-hamba-Nya yang bersyukur.

Ayat 79

وَهُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Dan Dia-lah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.

Allah Ta’ala menyebut tentang kekuasaan dan keperkasaan-Nya yang agung terhadap makhluk-makhluk-Nya. Dia-lah yang telah menciptakan bumi dan mereka tinggal di atasnya. Kemudian beranak pinak menjadikan bilangan mereka ramai dengan pelbagai bangsa, bahasa dan warna kulit. Dia juga menempatkan mereka di segala penjuru dunia.

Kemudian mereka semua yang terdiri daripada orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian akan dihimpunkan dalam satu masa dan satu tempat iaitu pada Hari Kiamat untuk dipertanggungjawabkan terhadap apa yang telah mereka lakukan. Maka tiada seorang pun yang tertinggal kerana semuanya dihidupkan kembali sebagaimana awal penciptaan mereka.

Ayat 80

وَهُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ ٱخْتِلَـٰفُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia-lah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

Allah Ta’ala menghidupkan manusia yang berasal daripada air mani dengan menjadikannya segumpal daging. Kemudian ditiupkan roh dan menjadi manusia. Setelah tiba ajalnya, Dia akan mematikan mereka. Dia menghidupkan kembali tulang belulang mereka yang telah hancur. Dia Maha Berkuasa melakukan apa sahaja menurut kehendak-Nya.

Sesungguhnya pergantian malam dan siang juga tunduk di bawah perintah Allah. Dia-lah yang menjadikan malam dan siang silih berganti dengan memasukkan salah satunya ke dalam yang lain menurut gilirannya. Kedua-duanya tidak pernah berhenti dan tidak pernah bertukar waktu beredar dan masing-masing menurut aturan-Nya seperti firman-Nya:

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”

Yasin 36:40

Namun masih lagi ada antara hamba-hamba-Nya tidak mahu menggunakan akal untuk melihat semua tanda-tanda kekuasaan-Nya Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui yang mengalahkan segala sesuatu dan Maha Agung atas segala sesuatu, serta tunduk kepada-Nya segala sesuatu.

Ayat 81

بَلْ قَالُوا۟ مِثْلَ مَا قَالَ ٱلْأَوَّلُونَ

Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.

Allah Ta’ala menceritakan tentang orang-orang yang ingkar kepada Hari Berbangkit, iaitu orang-orang yang meniru sikap orang-orang dahulu yang mendustakan-Nya. Ini merupakan sikap taklid buta terhadap nenek moyang mereka tanpa berdasarkan dalil yang jelas.

Ayat 82

قَالُوٓا۟ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

Mereka berkata, “Apakah betul apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?

Ungkapan ini merupakan ungkapan pengingkaran yang sangat jelas terhadap kebangkitan pada Hari Kiamat. Mereka menganggap adalah mustahil mereka akan dibangkitkan semula sesudah tubuh mereka hancur.

Ayat 83

لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا هَـٰذَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Sesungguhnya kami dan bapa-bapa kami telah diberi ancaman (dengan) ini dahulu, ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala.”

Orang-orang kafir mengatakan janji tentang adanya hari pembalasan hanyalah pembohongan orang-orang yang terdahulu yang mereka warisi secara turun temurun tanpa bukti yang kukuh yang menunjukkan kebenarannya.

Mereka mengatakan bapa-bapa mereka dahulu pun sudah diberikan ancaman seperti itu tetapi tiada bukti tentangnya. Pada sangkaan mereka apa yang diancamkan itu tidak lain hanyalah cerita-cerita yang sudah ditulis oleh orang-orang terdahulu dalam kitab-kitab mereka, lalu diceritakan turun temurun oleh manusia tanpa bukti yang nyata.

Namun Allah Ta’ala menempelak sangkaan mereka itu dengan firman-Nya:

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya, dia berkata, ‘Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?’ Katakanlah, ‘Dia akan dihidupkan oleh Rabb yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. Iaitu (Rabb) yang menjadikan untukmu api daripada kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) daripada kayu itu.’”

Yasin 36:78-80