Surah 23: Al-Mu’minun (105 – 111)

Celaan Allah Swt kepada Penghuni Neraka

Surah 23: Al-Mu’minun (105 – 111)


Ayat 105

أَلَمْ تَكُنْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepada kamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

Allah Ta’ala mencela dan mengejek penghuni neraka kerana semasa mereka di dunia dahulu mereka mendustakan para Rasul dan kitab-kitab yang dibacakan kepada mereka.

Oleh itu dengan sikap mereka seperti itu, layaklah bagi mereka mendapat seksaan. Ini kerana Allah tidak akan menyeksa mereka sekiranya tidak diutuskan para Rasul untuk memberikan peringatan terlebih dahulu sebagaimana firman-firman-Nya:

“Rasul-rasul itu merupakan pembawa berita gembira dan peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya para Rasul itu……….”

An-Nisa’ 4:165

“………………..dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang Rasul.”

Al-Isra’ 17:15

“………..Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, ‘Apakah belum pernah ada orang yang datang kepada kamu (di dunia) pemberi peringatan?’ Mereka menjawab, ‘Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, tetapi kami mendustakan(nya)……..’”

Al-Mulk 67:8-9

Ayat 106

قَالُوا۟ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَآلِّينَ

Mereka berkata, “Wahai Rabb kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang tersesat.

Para penghuni neraka mengatakan bahawa telah datang dalil-dalil yang meyakinkan kepada mereka, namun mereka telah dikuasai oleh kejahatan sehingga mereka tidak mahu mengikutinya lalu tersesat.

Ayat 107

رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَـٰلِمُونَ

Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

Ini adalah permohonan orang-orang kafir ketika berada dalam Neraka Jahannam. Mereka memohon kepada Allah Ta’ala agar mengembalikan mereka kepada kehidupan di dunia untuk beriman dan istiqamah pada jalan-Nya yang lurus iaitu Islam. Sekiranya mereka mengulangi lagi perbuatan yang serupa, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang zalim dan berhak mendapat azab sebagaimana firman-Nya:

“…………..lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)? Yang demikian itu adalah kamu kafir apabila diseru untuk menyembah Allah sahaja………..”

Ghafir 40:11-12

Sesungguhnya tidak ada jalan untuk mereka keluar dari neraka dan mereka sebenarnya berdusta dalam membuat janji. Ini kerana sekiranya mereka dikembalikan lagi ke dunia, tentu mereka akan melakukan perkara yang sama.

Ayat 108

قَالَ ٱخْسَـُٔوا۟ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ

Allah berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”

Allah Ta’ala menyanggah permohonan orang-orang kafir agar mereka dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan kepada kehidupan di dunia. Sanggahan tersebut menyebabkan mereka berasa kecewa dan putus asa kerana mereka akan tetap tinggal kekal dalam neraka dengan penuh kehinaan.

Mereka juga diingatkan supaya tidak lagi memohon kepada Allah Ta’ala untuk dikembalikan ke dunia kerana Dia sekali-kali tidak akan memenuhinya.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan daripada ‘Abdullah bin ‘Amr, dia mengatakan bahawa sesungguhnya ahli neraka Jahannam memanggil-manggil malaikat Malik (Penjaga neraka) selama empat puluh tahun, tetapi tidak dijawab. Kemudian malaikat Malik menjawab mereka, “Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal (di neraka ini).” ‘Abdullah bin ‘Amr mengatakan, “Demi Allah, seruan mereka itu hina, tidak dihiraukan oleh malaikat Malik dan juga oleh Rabb malaikat Malik.” Kemudian mereka pun menyeru Rabb mereka, “Wahai Rabb kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami orang-orang yang sesat. Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia). Maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (Al Mu’minun: 106-107). Maka mereka didiamkan selama dua kali ganda usia dunia, kemudian dijawab dengan firman-Nya, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.” (Al-Mu’minun: 108). ‘Abdullah bin ‘Amr mengatakan, “Demi Allah, sejak saat itu tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka kecuali jeritan dan rintihan dalam neraka Jahannam.” Lalu ‘Abdullah bin ‘Amr mengatakan lagi bahawa suara mereka seperti suara keldai yang awalnya berupa jeritan dan suara akhirnya berupa rintihan.

Ayat 109

إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Sesungguhnya, ada segolongan daripada hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), “Wahai Rabb kami, kami telah beriman maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi Rahmat yang paling baik.”

Ayat 110

فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوْكُمْ ذِكْرِى وَكُنتُم مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ

Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka menjadikan kamu lupa mengingati Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka.

Allah Ta’ala menyatakan bahawa terdapat hamba-hamba-Nya di kalangan orang-orang yang beriman dan bertakwa berdoa dengan doa di atas semasa berada di dunia dahulu. Mereka juga mengerjakan amal-amal soleh dengan mengharapkan keampunan serta rahmat-Nya.

Namun orang-orang kafir amat membenci tindakan orang-orang yang beriman. Kebencian mereka itu menyebabkan mereka melupakan Allah Ta’ala dan mentertawakan cara ibadah orang-orang mukmin. Firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) mentertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman berjalan di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata mereka.”

Al-Mutaffifin 83:29-30

Ayat 111

إِنِّى جَزَيْتُهُمُ ٱلْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini, kerana kesabaran mereka, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.

Allah Ta’ala menyatakan bahawa pada Hari Akhirat nanti Dia akan membalas segala kesabaran orang-orang beriman yang mentaati perintah-Nya dan bersabar terhadap segala ejekan serta hinaan yang dilemparkan oleh orang-orang kafir semasa di dunia dahulu. Mereka akan memperoleh kemenangan, kebahagiaan, keselamatan berupa syurga dan terhindar dari neraka.