Surah 21: Al-Anbiya’ (11 – 15)

Kebinasaan bagi Penduduk Negeri yang Zalim

Surah 21: Al-Anbiya’ (11 – 15)


Ayat 11

وَكَمْ قَصَمْنَا مِن قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا ءَاخَرِينَ

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).

Allah Ta’ala menyatakan betapa ramai penduduk negeri yang telah dibinasakan-Nya disebabkan mereka menzalimi diri sendiri dengan mengingkari perintah-Nya dan mendustakan para Rasul. Firman-Nya dalam ayat-ayat yang lain:

“Berapa banyak kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim…………”

Al-Hajj 22:45

“Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh yang telah Kami binasakan…….”

Al-Isra’ 17:17

Kemudian Allah Ta’ala jadikan selepas kemusnahan mereka beberapa umat yang lain bagi menggantikan mereka.

Ayat 12

فَلَمَّآ أَحَسُّوا۟ بَأْسَنَآ إِذَا هُم مِّنْهَا يَرْكُضُونَ

Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.

Ketika orang-orang yang zalim itu meyakini bahawa azab itu pasti akan menimpa mereka sebagaimana yang dijanjikan oleh Nabi mereka, dan mereka melihat tanda-tanda kedatangannya, tiba-tiba mereka berkeliaran lari meninggalkan negeri itu untuk menyelamatkan diri.

Ayat 13

لَا تَرْكُضُوا۟ وَٱرْجِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَآ أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَـٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـَٔلُونَ

Janganlah kamu lari tergesa-gesa, kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya.

Ayat ini merupakan penghinaan terhadap orang-orang yang melarikan diri kerana takut ditimpa azab, agar mereka tetap berada di tempat mereka dengan menikmati kelazatan-kelazatan hidup yang pernah mereka rasai. Oleh itu dapatlah mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapkan kepada mereka tentang sikap mereka terhadap nikmat-nikmat tersebut.

Ayat 14

قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ

Mereka berkata, “Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

Mereka mengakui dosa-dosa mereka pada saat pengakuan itu tidak lagi bermanfaat buat mereka.

Ayat 15

فَمَا زَالَت تِّلْكَ دَعْوَىٰهُمْ حَتَّىٰ جَعَلْنَـٰهُمْ حَصِيدًا خَـٰمِدِينَ

Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka seperti tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.

Pengakuan mereka terhadap kezaliman mereka itu terus menerus diucapkan sehingga mereka tidak lagi dapat bergerak dan suara mereka lenyap.