Surah 17: Al-Isra’ (26 – 28)

Perintah agar Berbuat Baik kepada Kaum Kerabat dan Tidak Boros

Surah 17: Al-Isra’ (26 – 28)


Ayat 26

وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

Berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, (dan) kepada orang miskin serta orang yang dalam perjalanan. Janganlah kamu membelanjakan (hartamu) secara boros.

Setelah Allah Swt menyebut tentang kewajipan berbuat baik kepada kedua ibu bapa, diperintahkan pula hamba-hamba-Nya yang beriman agar memberikan hak-hak kepada kaum kerabat, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan (bermusafir) yang terputus bekalan. Perintah ini termasuk bergaul dengan baik, mengucapkan kata-kata yang lemah lembut dan memberikan bantuan yang diperlukan mengikut kemampuan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda:

“Sesiapa yang ingin rezekinya diluaskan dan usianya dipanjangkan, hendaklah dia menyambung silaturrahim.”

(HR. Muslim)

Allah Ta’ala juga memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman menginfakkan sebahagian rezeki mereka di jalan-Nya secara yang wajar dan tidak melampaui batas sebagaimana firman-Nya:

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kedekut, dan adalah pula (perbelanjaan itu) di pertengahan antara yang demikian.”

Al-Furqan 25:67

Ayat 27

إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَـٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَـٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.

Allah Swt mengingatkan betapa buruknya perbuatan membazir dan berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta. Oleh itu, orang yang membazir disifatkan oleh-Nya seperti saudara syaitan.

Syaitan sangat ingkar terhadap nikmat Allah Swt dan tidak taat kepada-Nya serta melanggar perintah-Nya. Ia memilih untuk bermaksiat kepada-Nya dan berusaha bersungguh-sungguh untuk menyesatkan anak cucu Nabi Adam as.

Ayat 28

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ٱبْتِغَآءَ رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُورًا

Dan jika kamu berpaling meninggalkan mereka untuk mencari rahmat daripada Rabbmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang berpatutan.

Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang beriman, sekiranya mereka tidak mempunyai sesuatu yang dapat diberikan sebagai bantuan atas sebab-sebab tertentu, maka mereka hendaklah memberikan janji yang baik untuk bersedekah ketika mereka mendapat rezeki ataupun menolak dengan ucapan yang baik dan lembut serta meminta maaf dengan ucapan yang dapat mereka terima. Hal ini dapat menyenangkan dan menggembirakan hati mereka yang sedang dalam kesedihan dan amat memerlukan.