Muqaddimah-Yasin

Surah Yasin

Surah Ya Sin


Klasifikasi Surah:Makkiyyah
Surah:36
Juz:22 (1 – 21)
23 (22 – 83)
Jumlah Ayat:83
Maksud Surah:Ya Sin

Intisari Surah

Surah ini dinamakan Ya Sin kerana surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya dan Sin. Sebagaimana maksud yang tersembunyi pada huruf-huruf abjad Alif Lam Mim, Nun atau beberapa huruf abjad lain yang terletak pada permulaan beberapa surah dalam Al-Quran, maka demikian jugalah maksud Ya Sin ini, iaitu termasuk dalam kategori ayat mutasyabihat.

Terdapat tiga bahagian utama dalam surah ini: keesaan Allah Swt, risalah Nabi Muhammad saw serta keyakinan akan Hari Akhirat. Surah ini mengingatkan akibat dari tidak meyakini wahyu Allah Swt yang dibawa oleh Rasulullah saw, serta mendorong orang yakin untuk tetap tabah dan melawan cercaan, penindasan dan ejekan yang mereka terima dari kelompok musyrikin. Pendebatan ini dibahas dalam tiga bentuk: perumpamaan sejarah, sifat keteraturan alam semesta dan pembahasan tentang kebangkitan manusia.

Surah ini dimulai dengan penegasan Rasulullah saw sebagai pemberi peringatan melalui Al-Quran. Ayat 1–12, berfokus dalam memperkenalkan Al-Quran sebagai pedoman dan menetapkan bahawa itu adalah pilihan bagi siapa yang akan percaya dan siapa yang tidak. Meskipun ada peringatan, orang yang tidak beriman tidak dapat diubah untuk beriman.

Surah ini kemudiannya menceritakan kisah para rasul yang diutus untuk memperingatkan orang-orang kafir, tetapi mereka menolaknya. Meskipun mereka menerima kedatangan rasul tersebut, para rasul tersebut dituduh sebagai orang biasa. Namun, seorang lelaki dari kalangan mereka memohon agar mereka percaya kepada para rasul tersebut.  Sehingga kematiannya, orang tersebut masuk ke syurga dan merasa sedih dengan nasib kaum kafir itu. Surah ini memperingatkan orang-orang kafir tentang akibat dari penafian mereka. Pada akhirnya, adalah kehendak Allah siapa yang buta dan siapa yang dapat melihat.

Pada bahagian berikutnya membahas tanda-tanda kekuasaan Allah Swt. Allah menunjukkannya dengan tanda-tanda seperti menghidupkan bumi dengan tumbuhan dan air, pergantian siang dan malam, kapal dan banjir besar, serta tiupan sangkakala di Hari Kiamat. Orang-orang kafir tidak mengakui kekuasaan Allah Swt, meskipun Dia adalah satu-satunya Pencipta.

Selanjutnya surah ini membahas apa yang akan terjadi pada mereka yang menolak jalan yang benar sebagaimana diperintahkan oleh Nabi Muhammad saw dan menolak untuk percaya kepada Allah Swt. Pada hari perhitungan, orang-orang kafir akan dipertanggungjawabkan ke atas perbuatan mereka dan akan dihukum sesuai dengan itu. Allah memperingatkan orang-orang kafir tentang syaitan yang menyesatkan mereka. Meskipun Allah memperingatkan mereka untuk tidak mengikuti langkah syaitan, orang kafir itu tetap tuli dan akan merasa peritnya Neraka Jahanam.

Selanjutnya, surah ini membahaskan sifat wahyu-wahyu Allah kepada Rasulullah saw dan meyakinkan bahawa baginda adalah seorang nabi. Akhir daripada surah ini adalah puji-pujian atas kekuasaan Allah Swt. Kepada Allah Swt, satu-satunya Pencipta yang memegang segalanya di tangan-Nya, semuanya akan kembali kepada-Nya.