Dalil Adanya Kehidupan Setelah Kematian
Surah 29: Al-‘Ankabut (19 – 23)
Ayat 19
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ كَيْفَ يُبْدِئُ ٱللَّهُ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥٓ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Allah Ta’ala menyuruh orang-orang kafir memikirkan bagaimana Dia menciptakan diri mereka yang sebelumnya tidak ada, lalu mereka menjadi sosok manusia yang dapat mendengar dan melihat. Dia Zat yang Maha Berkuasa dalam proses awal penciptaan tentu Berkuasa pula mengembalikan kewujudannya setelah hancur. Sesungguhnya membangkitkan manusia setelah kematian itu mudah bagi Allah, sebagaimana mudah bagi-Nya untuk mengadakannya pertama kali.
Firman Allah Swt yang lain:
“Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya…………..”
Ar-Rum 30:27
Ayat 20
قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ بَدَأَ ٱلْخَلْقَ ۚ ثُمَّ ٱللَّهُ يُنشِئُ ٱلنَّشْأَةَ ٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ
Katakanlah, “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.
Seterusnya Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Muhammad saw mengatakan kepada orang-orang yang mendustakan kebangkitan setelah kematian supaya berjalan di atas muka bumi untuk mengambil pelajaran.
Allah Ta’ala memerintahkan mereka melihat bagaimana Dia memulai penciptaan langit dan bumi serta segala yang ada di antara kedua-duanya sehingga sempurna. Semua ini menunjukkan ada Penciptanya iaitu Dia-lah Yang Maha Esa.
Kemudian Allah Ta’ala membangkitkan manusia setelah dimatikan. Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Berkuasa atas sesuatu, tiada sesuatu pun yang terkeluar daripada kekuasaan-Nya.
Firman Allah Ta’ala yang lain:
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Kerana sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”
Al-Hajj 22:46
Ayat 21
يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرْحَمُ مَن يَشَآءُ ۖ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ
Dia (Allah) mengazab sesiapa yang dikehendaki-Nya, dan memberi rahmat kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.
Allah Ta’ala mengatakan bahawa Dia mengazab dengan sangat adil sesiapa yang Dia kehendaki atas segala dosa yang dilakukannya semasa hidup, dan memberi rahmat kepada sesiapa yang Dia kehendaki, iaitu orang-orang yang bertaubat dan beramal soleh, dan hanya kepada-Nya-lah sahaja semua makhluk-Nya akan dikembalikan untuk dibuat perhitungan dan pembalasan.
Firman Allah dalam ayat-ayat yang lain:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah serta berjuang pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”
Al-Baqarah 2:218
“……….Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.”
Ar-Rum 30:9
Daripada Ubay bin Ka’ab dan Zaid bin Thabit ra, Rasulullah saw bersabda:
“Sungguh, seandainya Allah menyeksa penduduk langit dan penghuni bumi, nescaya Dia akan menyeksa mereka tanpa pernah bertindak zalim kepada mereka.”
(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
Ayat 22
وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍ
Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (daripada azab Allah) di bumi dan tidak (juga) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah.
Sesungguhnya tidak ada seorang pun daripada penduduk langit dan bumi yang dapat melarikan diri daripada azab Allah Ta’ala atau mengatasi kehendak-Nya. Semua makhluk takut kepada-Nya dan sangat memerlukan-Nya.
Ayat 23
وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَلِقَآئِهِۦٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَئِسُوا۟ مِن رَّحْمَتِى وَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa daripada rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.
Maka dalam ayat ini, Allah Ta’ala menyatakan bahawa orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah Ta’ala dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa daripada rahmat-Nya, maka bagi mereka seksaan yang pedih.
Allah berfirman di dalam ayat lain:
“Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kufur terhadap) pertemuan dengan-Nya, maka terhapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada Hari Kiamat.”
Al-Kahfi 18:105