Surah 29: Al-‘Ankabut (16 – 18)

Nasihat Nabi Ibrahim as kepada Kaumnya agar Bertakwa kepada Allah Swt

Surah 29: Al-‘Ankabut (16 – 18)


Ayat 16

وَإِبْرَٰهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ ۖ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Muhammad saw mengingatkan kaumnya tentang kisah Nabi Ibrahim as iaitu ketika Nabi Ibrahim as mengajak kaumnya menyembah dan mematuhi perintah-Nya dengan penuh keikhlasan dan bertakwa kepada-Nya dengan menghindari segala sesuatu yang dapat mendatangkan seksaan-Nya.

Kepatuhan dan ketakwaan itu lebih baik bagi mereka daripada kekufuran, jika mereka mengetahui apa yang baik dan buruk buat diri mereka.

Ayat 17

إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْثَـٰنًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberi rezeki kepadamu, maka mintalah rezeki daripada Allah, dan sembahlah Dia serta bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.

Seterusnya Nabi Ibrahim as menyampaikan dua dalil tentang keesaan Allah Ta’ala kepada kaumnya iaitu:

▪️   Apa yang mereka sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala dan patung-patung yang mereka membuatnya dengan tangan-tangan mereka sendiri, kemudian mereka mengada-adakan pembohongan dengan menyebutnya sebagai tuhan.

▪️   Berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat memberi rezeki walau sedikit pun kepada mereka.

Oleh itu, mereka diingatkan agar memohon segala bentuk rezeki daripada Allah Ta’ala dan beribadah semata-mata kepada-Nya serta bersyukur kepada-Nya atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka. Sesungguhnya hanya kepada-Nya semua makhluk akan dikembalikan.

Ayat 18

وَإِن تُكَذِّبُوا۟ فَقَدْ كَذَّبَ أُمَمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ۖ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ

Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka sesungguhnya umat sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajipan Rasul itu, hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan sejelas-jelasnya.”

Kemudian Allah Ta’ala menyatakan sekiranya orang-orang kafir terus-menerus mendustakan ajaran-Nya yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim as, sesungguhnya umat sebelum baginda juga telah mendustakan para Rasul mereka. Namun kaum yang kufur itu tidak dapat memberi mudharat kepada Rasul-rasul itu, bahkan sebenarnya mereka membuat kemudharatan kepada diri mereka sendiri. Mereka dihancurkan oleh Allah Ta’ala disebabkan pendustaan mereka.

Oleh itu pada akhir ayat ini, Allah Ta’ala menyatakan bahawa kewajipan para Rasul hanyalah menyampaikan agama-Nya kepada kaumnya dengan penerangan yang jelas.

Allah Ta’ala berfirman tentang kewajipan Rasul dalam ayat-ayat yang lain:

“Katakanlah, ‘Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajipan Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajipan kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, nescaya kamu mendapat petunjuk, dan tidak lain kewajipan Rasul itu melainkan menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.”

An-Nur 24:54

“……..Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajipan kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

Ali ‘Imran 3:20