Surah 27: An-Naml (65 – 72)

Hanya Allah Swt Mengetahui Perkara yang Ghaib dan Pengingkaran Orang Kafir terhadap Hari Kebangkitan

Surah 27: An-Naml (65 – 72)


Ayat 65

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesiapa pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” Dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

Allah Ta’ala memerintahkan Rasulullah saw memberitahu semua manusia bahawa tidak ada seorang pun sama ada penduduk langit atau penduduk bumi yang mengetahui alam ghaib kecuali Dia. Oleh itu, tiada sesiapa pun yang mengetahui bila akan dibangkitkan dari kubur mereka ketika Hari Kebangkitan.

Firman Allah Ta’ala dalam ayat-ayat yang lain:

“Dia Mengetahui yang ghaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada sesiapa pun tentang yang ghaib itu.”

Al-Jin 72:26

“Sesungguhnya ilmu tentang Hari Kiamat hanya di sisi Allah, dan Dia yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang dikerjakan esok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi (negeri) mana dia akan mati. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Luqman 31:34

Dalam Sahih Muslim dijelaskan, bahawa Rasulullah saw bersabda kepada Jibril as saat ditanya tentang waktu terjadinya Hari Kiamat:

“Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya.”

(HR. Muslim)

Maksudnya, dalam hal bila berlaku kiamat, pengetahuan orang yang ditanya dan yang bertanya adalah sama sahaja iaitu sama-sama tidak mengetahuinya.

Ayat 66

بَلِ ٱدَّٰرَكَ عِلْمُهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ بَلْ هُمْ فِى شَكٍّ مِّنْهَا ۖ بَلْ هُم مِّنْهَا عَمُونَ

Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). Bahkan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta tentang itu.

Allah Ta’ala menegaskan bahawa ilmu pengetahuan orang-orang kafir hanya akan menjadi sempurna di alam akhirat. Kelak di sana barulah mereka meyakini adanya Hari Akhirat dan segala sesuatu yang terjadi, berupa kengerian-kengerian ketika mereka menyaksikannya secara terus.

Sedangkan ketika di dunia mereka dalam keadaan meragukannya, bahkan mata hati mereka telah buta terhadap adanya Hari Akhirat. Firman Allah Ta’ala dalam ayat-ayat yang lain:

“……….Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka itu ada sumbatan, dan (Al-Quran) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”

Fussilat 41:44

“Sesungguhnya, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami bukakan penutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.”

Qaf 50:22

Ayat 67

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا وَءَابَآؤُنَآ أَئِنَّا لَمُخْرَجُونَ

Berkatalah orang-orang yang kafir, “Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu juga) bapa-bapa kita, apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?

Allah Ta’ala menceritakan sikap penentangan yang ditunjukkan oleh orang-orang musyrik terhadap Hari Kebangkitan. Mereka menganggap jasad manusia yang telah menjadi tulang belulang yang hancur serta telah bersatu dengan tanah mustahil dapat dihidupkan semula. Firman Allah Ta’ala dalam ayat yang lain:

“Dan mereka berkata, ‘Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan hancur, apakah kami akan benar-benar dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?’”

Al-Isra’ 17:49

Ayat 68

لَقَدْ وُعِدْنَا هَـٰذَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Sesungguhnya Kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapa-bapa kami dahulu. Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”

Orang-orang kafir musyrik yang mengingkari dan mendustakan para Rasul tentang Hari Kebangkitan, mengatakan mereka dan nenek moyang mereka sering mendengar hal ini tetapi mereka tidak menemukan kebenarannya atau mereka tidak pernah melihat seorang pun bangkit setelah kematian. Oleh itu, mereka mengatakan semua itu hanyalah dongengan orang-orang terdahulu. Firman Allah Ta’ala dalam ayat yang lain:

“Dan tidak ada yang mendustakan Hari Pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, (lantas) dia berkata, ‘Itu hanyalah dongeng orang-orang dahulu.’”

Al-Mutaffifin 83:12-13

Ayat 69

قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ

Katakanlah (Muhammad), “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.

Allah Ta’ala menjawab anggapan keliru mereka dengan menyuruh mereka memerhatikan bagaimana seksa, azab dan musibah yang Dia timpakan kepada orang-orang terdahulu akibat daripada pendustaan mereka kepada para Rasul mereka dan mengingkari Hari Kebangkitan. Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (ketetapan Allah), kerana itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul).”

Ali ‘Imran 3:137

Ayat 70

وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُن فِى ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ

Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) berasa sempit terhadap tipu daya mereka.”

Lalu dalam ayat ini, Allah Ta’ala melarang Rasulullah saw bersedih hati terhadap pendustaan kaum kafir musyrik dan rancangan jahat mereka terhadapnya. Sesungguhnya Dia akan menolong dan melindungi baginda dan memberi kemenangan kepada agama-Nya. Manakala Dia menimpakan azab kepada mereka yang ingkar lagi menyombongkan diri daripada kebenaran.

Allah Ta’ala berfirman dalam ayat yang lain:

“Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya mereka.”

An-Nahl 16:127

Ayat 71

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, “Bilakah datangnya janji (azab) itu, jika memang kamu orang-orang yang benar.”

Dalam ayat-ayat ini pula, Allah Ta’ala menyatakan pengingkaran orang-orang kafir tentang azab yang telah dijanjikan-Nya.

Pertanyaan orang-orang musyrik tentang kiamat mencerminkan mereka menganggap kejadian itu adalah mustahil. Mereka mengucapkan seperti itu adalah sebagai bentuk hinaan dan ejekan.

Ayat 72

قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم بَعْضُ ٱلَّذِى تَسْتَعْجِلُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Boleh jadi telah hampir datang kepadamu sebahagian daripada (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu.

Lalu dalam ayat ini, Allah Ta’ala memerintahkan Rasulullah saw menjawab pertanyaan mereka dengan mengatakan bahawa barangkali sebahagian azab yang mereka pinta itu telah hampir tiba.