Orang Kafir Dihalau ke Neraka
Surah 77: Al-Mursalat (29 – 40)
Ayat 29
ٱنطَلِقُوٓا۟ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ
(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat), “Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya.
Dalam ayat 29 dan seterusnya, Allah Swt menceritakan keadaan orang-orang kafir yang mendustakan Hari Berbangkit, Hari Pembalasan serta adanya syurga dan neraka.
Kelak pada Hari Kiamat dikatakan kepada mereka dengan penuh kehinaan dan celaan supaya pergi mendapatkan azab yang dahulunya mereka dustakan.
Ayat 30
ٱنطَلِقُوٓا۟ إِلَىٰ ظِلٍّۢ ذِى ثَلَـٰثِ شُعَبٍ
Pergilah kamu dapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang.
Kemudian Allah Swt menjelaskan beberapa azab yang akan mereka terima, iaitu:
▪️ Asap neraka yang bercabang menjadi tiga.
Ketika api neraka menyala dengan dahsyatnya, kepulan asapnya menjulang tinggi. Oleh sebab kuat dan dahsyatnya api neraka itu, ia kelihatan seakan-akan mempunyai tiga cabang.
Asap neraka yang tebal ini akhirnya menjadi tempat berlindung mereka. Ini bererti azab itu mengepung orang-orang kafir dari segenap penjuru.
Ayat 31
لَّا ظَلِيلٍ وَلَا يُغْنِى مِنَ ٱللَّهَبِ
Yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.”
▪️ Azab ini tidak dapat dijadikan tempat berlindung untuk menghilangkan kepanasan api Neraka Jahannam.
Bayang-bayang asap yang terhasil daripada nyalaan api itu tidak dapat melindungi mereka daripada panasnya nyala api neraka dan percikannya. Ini bermakna mereka tidak dapat berehat selama-lamanya.
Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:
“Dalam (seksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam.”
Al-Waqi’ah 56:42-43
Ayat 32
إِنَّهَا تَرْمِى بِشَرَرٍ كَٱلْقَصْرِ
Sesungguhnya (neraka) itu melontarkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana.
Ayat 33
كَأَنَّهُۥ جِمَـٰلَتٌ صُفْرٌ
Seolah-olah ia iringan unta yang kuning.
▪️ Api yang terpisah-pisah.
Neraka itu menerbangkan percikan bunga apinya setinggi istana. Ibnu Mas’ud mengatakan seperti benteng-benteng pertahanan.
Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Malik, daripada Zaid bin Aslam telah mengatakan percikan api neraka itu seperti akar-akar pohon.
Manakala menurut Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak dan dipilih oleh Ibnu Jarir mengatakan maksud ayat, “Seolah-olah ia iringan unta yang kuning,” ialah seperti iringan unta yang berbulu hitam.
Ibnu ‘Abbas, Mujahid, dan Sa’id bin Jubair mengatakan maksudnya ialah seperti tali-tali kapal.
Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api yang besarnya seperti istana, terpercik berterbangan ke sana ke mari seolah-olah bunga api itu adalah rombongan unta kuning yang bergerak cepat. Semoga Allah Swt melindungi kita daripada api Jahannam. Allahumma Aamiin.
Ayat 34
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.
Ini merupakan ayat ancaman kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah Swt. Mereka akan menerima azab dan kesengsaraan di neraka.
Ayat 35
هَـٰذَا يَوْمُ لَا يَنطِقُونَ
Inilah harinya mereka tidak dapat berbicara.
Ayat 36
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ
Dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan sebarang alasan agar mereka dimaafkan.
Pada Hari Kiamat yang menakutkan itu, tidak ada seorang pun daripada orang-orang yang mendustakan para rasul itu mampu berkata-kata. Mereka juga tidak diizinkan memberikan alasan, bahkan pada saat itu hujjah telah ditegakkan dan keputusan telah ditetapkan ke atas diri mereka disebabkan perbuatan mereka yang zalim.
Ayat 37
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.
Ayat 38
هَـٰذَا يَوْمُ ٱلْفَصْلِ ۖ جَمَعْنَـٰكُمْ وَٱلْأَوَّلِينَ
Inilah hari keputusan, (pada hari ini) Kami kumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu.
Ayat 39
فَإِن كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ
Maka jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah (tipu daya) itu terhadap-Ku.
Ayat-ayat di atas merupakan penghinaan dan ejekan kepada orang-orang kafir. Ini juga merupakan azab psikologi pada Hari Kiamat. Sesungguhnya mereka tidak mampu melepaskan diri daripada hukuman-Nya.
Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:
“Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu mampu menembusi (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembusilah. Kamu tidak akan mampu menembusinya kecuali dengan kekuatan (daripada Allah).”
Ar-Rahman 55:33
Rasulullah saw bersabda dalam sebuah Hadith Qudsi, Allah Swt berfirman:
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu tidak mungkin dapat berbuat sesuatu yang memberi manfaat kepada-Ku dan tidak mungkin (pula) dapat berbuat sesuatu yang menimpakan mudharat terhadap-Ku.”
(HR. Muslim)
Ayat 40
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.
Sesungguhnya mereka benar-benar celaka apabila kiamat telah tiba. Ini merupakan janji Allah Swt yang sangat menggerunkan.