Surah 59: Al-Hasyr (18 – 20)

Perintah supaya Bertakwa dan Mempersiapkan Diri Menghadapi Hari Kiamat

Surah 59: Al-Hasyr (18 – 20)


Ayat 18

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۢ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Allah Swt memerintahkan orang-orang beriman supaya bertakwa kepada-Nya dengan mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya sebagai persiapan untuk masa hadapan iaitu Hari Akhirat.

Daripada Al-Munzir bin Jarir, daripada ayahnya, diriwayatkan dalam satu hadis yang panjang Nabi saw bersabda:

“……Siapa yang mencontohkan perbuatan yang baik dalam Islam (kebaikan yang ada landasannya), maka baginya pahala perbuatannya dan pahala orang-orang yang mengikuti jejaknya sesudahnya tanpa mengurangi sesuatu pun daripada pahala mereka. Dan siapa yang mencontohkan perbuatan yang buruk dalam Islam, maka dia mendapat dosanya dan dosa orang-orang yang mengikuti jejaknya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka barang sedikitpun.”

(HR. Ahmad)

Ayat 19

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

Kemudian Allah Swt mengingatkan supaya tidak lupa untuk selalu mengingati-Nya dan selalu berasa diawasi oleh-Nya serta sentiasa bersabar.

Sekiranya seseorang itu lupa kepada Allah Swt nescaya Dia akan menjadikannya lupa untuk melakukan amal soleh yang bermanfaat bagi dirinya pada Hari Kiamat. Sesungguhnya pembalasan itu sesuai dengan amalannya. Orang-orang yang tidak taat kepada-Nya akan binasa dan rugi pada hari tersebut.

Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:

“Wahai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu daripada mengingati Allah. Siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Al-Munafiqun 63:9

Ayat 20

لَا يَسْتَوِىٓ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۚ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni syurga. Penghuni-penghuni syurga itulah orang-orang yang beruntung.

Allah Swt membuat perbandingan antara orang-orang yang berbuat kebaikan dengan orang-orang yang melakukan kejahatan. Hal ini adalah bertujuan untuk menjelaskan dan menegaskan bahawa tidak ada persamaan sama sekali di antara dua golongan ini.

Para penduduk neraka berada di tempat yang sangat hina, sedangkan penduduk syurga Firdaus berada pada tempat yang sangat tinggi. Tentulah kedudukan mereka tidak sama. Ini kerana penduduk syurga adalah orang-orang beruntung manakala penduduk neraka adalah orang-orang yang rugi.

Firman Allah Swt dalam ayat-ayat yang lain:

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahawa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, iaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.”

Al-Jathiyah 45:21

“Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (juga sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal soleh dengan orang-orang yang derhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.”

Ghafir 40:58