Ganjaran kepada Orang yang Mencintai Kebenaran
Surah 57: Al-Hadid (19)
Ayat 19
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلصِّدِّيقُونَ ۖ وَٱلشُّهَدَآءُ عِندَ رَبِّهِمْ لَهُمْ أَجْرُهُمْ وَنُورُهُمْ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang mencintai kebenaran (siddiqin) dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Rabb mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.
Allah Swt menyatakan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan rasul-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mencintai kebenaran (siddiqin), mengakui kebenaran dan tidak berdusta terhadap kebenaran. Oleh itu, mereka berhak mendapat pahala dan cahaya di akhirat kelak.
Al-A’masy menceritakan daripada Abudh Dhuha, daripada Masruq, daripada ‘Abdullah bin Mas’ud ra tentang firman Allah, “Mereka itu orang-orang yang mencintai kebenaran (siddiqin) dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Rabb mereka,” dia mengatakan, “Mereka terdiri daripada tiga golongan, iaitu (1) orang-orang yang membenarkan, (2) orang-orang yang benar (siddiqin), dan (3) orang-orang yang mati syahid sebagaimana firman Allah yang lain:
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, iaitu para nabi, para siddiqin, dan orang-orang yang mati syahid serta orang-orang yang soleh.”
An-Nisa’ 4:69
Dalam ayat ini, Allah Swt membezakan antara siddiqin dengan syuhada’ dan tidak diragukan bahawa darjat orang-orang siddiq lebih tinggi daripada para syuhada’. Ini menunjukkan terdapat pembahagian dan tingkatan bagi orang-orang yang beriman.
Ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Malik bin Anas dalam kitab Al-Muwatta’ iaitu daripada Abu Sa’id Al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya penghuni syurga benar-benar melihat para penghuni di tingkat lain di atas mereka sebagaimana kalian memandang bintang-bintang bergemerlapan tinggi di ufuk timur atau barat, disebabkan adanya perbezaan keutamaan di antara mereka (para penghuni syurga).”
(HR. Malik bin Anas)
Dalam riwayat lain, Abu Sa’id bertanya, “Wahai Rasulullah, itukah tempat para Nabi yang tidak dapat dicapai oleh selain mereka?” Rasulullah saw menjawab:
“Benar, demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, dan juga tempat orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Pada akhir ayat ini, Allah Swt menyatakan balasan kepada orang-orang yang kafir kepada-Nya dan rasul-Nya serta mendustakan ayat-ayat-Nya. Mereka itulah penghuni Neraka Jahanam dan mereka kekal di dalamnya. Kami berlindung kepada Allah Swt daripada nasib yang mereka alami.