Surah 47: Muhammad (16 -18)

Penjelasan tentang Keadaan Orang Munafik

Surah 47: Muhammad (16 -18)


Ayat 16

وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ حَتَّىٰٓ إِذَا خَرَجُوا۟ مِنْ عِندِكَ قَالُوا۟ لِلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ مَاذَا قَالَ ءَانِفًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَٱتَّبَعُوٓا۟ أَهْوَآءَهُمْ

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad), tetapi apabila mereka keluar dari sisimu berkata kepada orang-orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi), “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.

Allah Swt menyebutkan sikap orang-orang munafik yang sering duduk bersama dengan Rasulullah saw. Mereka mendengar ucapan baginda namun mereka tidak dapat memahami sesuatu pun daripadanya.

Apabila mereka meninggalkan majlis, mereka berkata kepada sahabat-sahabat baginda yang telah mempunyai ilmu pengetahuan bahawa mereka tidak dapat memahami apa yang disampaikan oleh baginda. Mereka tidak dapat memahami apa yang disampaikan itu adalah disebabkan mereka tidak memiliki niat yang baik serta tidak bersungguh-sungguh memperhatikannya.

Lalu Allah Ta’ala menyatakan hakikat orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang hati mereka telah dikunci-Nya disebabkan kemunafikan mereka, sikap mereka yang tidak mahu beriman dan tidak berusaha mendapatkan petunjuk. Mereka hanya mengikuti syahwat dan hawa nafsu mereka sahaja dalam kekufuran dan pembangkangan.

Ayat 17

وَٱلَّذِينَ ٱهْتَدَوْا۟ زَادَهُمْ هُدًى وَءَاتَىٰهُمْ تَقْوَىٰهُمْ

Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambahkan petunjuk kepada mereka dan memberikan (dorongan) kepada mereka untuk menjadi orang-orang yang bertakwa.

Kemudian dalam ayat ini, Allah Swt membandingkan orang-orang munafik dengan orang-orang mukmin yang mendapat petunjuk.

Orang-orang yang berusaha untuk mendapatkan petunjuk, mereka diberikan oleh Allah Swt petunjuk dan taufik. Dia juga meneguhkan pendirian mereka pada jalan hidayah dan menambah lagi kepada mereka petunjuk. Ini bermaksud bahawa Allah Swt memberikan mereka ilham yang membimbing mereka menuju jalan lurus.

Ayat 18

فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأْتِيَهُم بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَآءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَآءَتْهُمْ ذِكْرَىٰهُمْ

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan Hari Kiamat (iaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, kerana sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesedaran mereka itu apabila (kiamat) sudah datang?

Allah Swt mengancam orang-orang munafik dengan kedatangan Hari Kiamat. Orang-orang munafik dan orang-orang kafir itu tidak menanti melainkan kedatangan Hari Kiamat dengan tiba-tiba sedangkan mereka lalai terhadap kedatangannya. Padahal tanda-tanda kiamat telah pun ada antaranya ialah diutusnya Nabi Muhammad saw.

Firman Allah Swt dalam ayat-ayat yang lain:

“Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah lalu. Telah hampir masa datangnya saat yang dekat itu (Hari Kiamat).”

An-Najm 53:56-57

Sahl bin Sa’ad ra mengatakan bahawa dia pernah menyaksikan Rasulullah saw menunjukkan isyarat dengan dua jarinya, iaitu jari telunjuk dan jari tengah seraya bersabda:

“Jarak antara diutusnya aku dengan waktu datangnya Hari Kiamat adalah seperti dua (jari) ini.”

(HR. Al-Bukhari)

Pada akhir ayat ini, Allah Swt menyatakan ketika Hari Kiamat telah tiba barulah mereka tersedar dan membenarkannya namun ketika itu semuanya sudah terlambat dan tidak berguna lagi.