Nabi Muhammad saw adalah Manusia Biasa yang Diberikan Wahyu untuk Mengajak kepada Kebenaran
Surah 41: Fussilat (6 – 8)
Ayat 6
قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ فَٱسْتَقِيمُوٓا۟ إِلَيْهِ وَٱسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ
Katakanlah (Muhammad), “Bahawasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahawasanya Ilah kamu adalah Ilah yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah keampunan kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menyekutukan-Nya.
Ayat 7
ٱلَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ كَـٰفِرُونَ
(Iaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat (membersihkan jiwa) dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.
Dalam ayat-ayat ini, Allah Swt memerintahkan Rasulullah saw mengatakan kepada orang-orang musyrik bahawa baginda hanyalah manusia biasa seperti mereka juga, hanya sahaja baginda diberikan wahyu untuk mengajak mereka beribadah hanya kepada Allah Swt, Rabb yang Maha Esa.
Oleh itu, hendaklah mereka tetap beribadah kepada Allah Swt dan memohon keampunan daripada-Nya agar tidak terjerumus dalam kesesatan.
Kemudian Allah Swt menyatakan kebinasaan dan seksaan bagi orang-orang yang:
▪️ Mensyirikkan Allah Swt.
Iman adalah dasar aqidah, manakala syirik pula adalah perosak aqidah.
Firman Allah Swt dalam ayat yang lain:
“…………………..Sesungguhnya sesiapa yang menyekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya Allah mengharamkan syurga kepadanya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.”
Al-Ma’idah 5:72
▪️ Tidak menunaikan zakat kepada yang berhak menerimanya.
Dalam ibadah zakat terdapat usaha membersihkan diri daripada sifat bakhil dan tamak terhadap harta yang sememangnya sangat dicintai oleh manusia.
Firman Allah Swt dalam ayat-ayat yang lain:
“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang bakhil dengan apa yang telah diberikan Allah kepada mereka daripada kurniaan-Nya, menganggap bahawa (bakhil) itu baik bagi mereka, padahal (bakhil) itu adalah buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan (di leher mereka) pada Hari Kiamat. Dan milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu lakukan.”
Ali ‘Imran 3:180
▪️ Tidak beriman kepada Hari Kebangkitan
“Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka (dengan) Allah, sehingga apabila kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu,” sambil mereka memikul dosa-dosa di atas belakang mereka. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu.”
Al An’am 6:31
Ayat 8
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka mendapat pahala yang tidak putus-putus.”
Kemudian Allah Swt menyatakan pula ganjaran bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya dan membenarkan Rasul-Nya. Mereka mendapat ganjaran pahala yang sangat besar serta dilimpahi rezeki yang tidak ada putus-putusnya.
Firman Allah Swt dalam ayat-ayat yang lain:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Rabb kami ialah Allah,” kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa bimbang pada mereka dan mereka tidak (pula) bersedih hati. Mereka itulah penghuni-penghuni syurga, kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”
Al-Ahqaf 46:13-14