Perintah supaya Mengambil Pelajaran daripada Peristiwa Kebinasaan Orang-orang Terdahulu
Surah 32: As-Sajdah (26 – 27)
Ayat 26
أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّنَ ٱلْقُرُونِ يَمْشُونَ فِى مَسَـٰكِنِهِمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ ۖ أَفَلَا يَسْمَعُونَ
Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengar (memperhatikan)?
Sesungguhnya kebinasaan umat-umat terdahulu yang zalim dan angkuh menjadi bukti kekuasaan dan keesaan Allah Swt. Pada yang demikian itu terdapat pengajaran dan iktibar bagi orang-orang yang mahu memahami dan berfikir.
Orang-orang yang mendustakan Allah Swt dan Rasul-Nya itu seringkali melalui tempat-tempat tinggal orang-orang seperti mereka terdahulu dan menyaksikan sendiri secara langsung jejak dan bekas-bekas kehancuran serta kebinasaan umat terdahulu itu.
Oleh itu pada akhir ayat ini, Allah Swt bertanya apakah mereka yang mendustakan para Rasul itu tidak mendengar nasihat-nasihat dan hujjah-hujjah-Nya lalu mengambil manfaat daripadanya?
Ayat 27
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا نَسُوقُ ٱلْمَآءَ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهِۦ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَـٰمُهُمْ وَأَنفُسُهُمْ ۖ أَفَلَا يُبْصِرُونَ
Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahawasanya Kami menghalau (awan yang mengandungi) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan (dengan air hujan itu) tanam-tanaman yang daripadanya dimakan oleh haiwan-haiwan ternakan mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?
Allah Swt menanyakan apakah orang-orang yang mendustakan kebangkitan setelah kematian itu tidak melihat bahawa Dia-lah yang menghalakan air ke bumi yang kering lagi keras yang tidak ada tanam-tanaman di atasnya. Kemudian Dia menumbuhkan tanam-tanaman dengan pelbagai macam warna yang dimakan oleh binatang-bintang ternakan mereka dan mereka juga turut memakannya sehingga mereka dapat meneruskan kehidupan?
Apakah mereka tidak melihat nikmat-nikmat ini dengan mata mereka lalu mereka pun mengetahui bahawa Allah Swt yang melakukan hal itu juga mampu untuk menghidupkan manusia yang mati dan membangkitkan mereka dari alam kubur?
Allah Swt berfirman dalam surah yang lain:
“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Kami yang telah mencurahkan air dengan melimpah ruah (dari langit). Kemudian Kami membelah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian. Dan anggur serta sayur-sayuran. Dan zaitun serta pohon kurma. Dan kebun-kebun yang subur. Dan buah-buahan serta rumput-rumput. Semua itu untuk kesenanganmu dan binatang-binatang ternakanmu.”
‘Abasa 80:24-32